Tentang Sekolah

Rhetorica

Mereka yang berada pada tingkat ini adalah seminaris pada tingkat sesudah SMA. Tahap ini merupakan tahap persiapan awal (matrikulasi) memasuki jenjang Pendidikan Novisiat/Tahun Orientasi Rohani. Secara umum seminaris dibimbing untuk dapat mematangkan kepribadian, mendalami iman kristiani, menyesuaikan diri dengan gaya hidup imamat dan atau hidup membiara,  serta dengan bebas penuh tanggung jawab memilih dan menentukan panggilan hidupnya menjadi imam dan atau biarawan.

Kelas Rhetorica dibedakan menjadi Kelas Rhetorica A dan Rhetorica B. Rhetorica A adalah  lanjutan dari kelas Poecis, atau tahun ke 4  dari kelas Gramatica. Sedangkan Rhetorica B adalah seminaris yang berasal dari SMA non seminari.  Kelas Rhetorica merupakan tahap di mana para seminaris diajak melakukan pemilihan  panggilan hidupnya dengan tepat. Maka pola pembinaannya adalah sebagai berikut:

  1. Membekali seminaris dengan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan untuk studi lanjut (di universitas, khusnya filsafat dan teologi).
  2. Membantu seminaris untuk semakin dalam, mengenal harta khasanah iman Gereja.
  3. Membantu seminaris untuk mengenal dan mulai menanggapi kebutuhan – kebutuhan Gereja setempat, terutama Keuskupan Agung Palembang dan Keuskupan Tanjung Karang.
  4. Membantu dan mendampingi seminaris untuk mengenal Imam Diosesan dan kongregasi-kongregasi yang berkarya di wilayah Gerejani sumbagsel, yaitu: SCJ, SSCC, MSC, CP, FIC dan BHK.
  5. Mendidik dan membimbing seminaris untuk semakin dewasa baik secara manusiawi maupun kristiani, dan semakin berani serta bebas menentukan pilihan hidup menjadi imam dan/atau biarawan.

 

Selain itu, pola pendampingannya adalah sebagai berikut:

  1. Rhetorica di tempatkan pada paviliun khusus, yaitu paviliunYohanes.
  2. Ada pula acara khusus:
  1. Retret tahunan untuk pemantapan panggilan dan pilihan (memilih keuskupan atau kongregasi tertentu).
  2. Rekoleksi bulanan dengan tema-tema khusus seperti: hidup bersama, keterbukaan, kerjasama, tanggung-jawab, kejujuran, seksualitas, hubungan laki-laki – perempuan/gender, hati nurani, semangat rendah hati, doa, ekaristi, kerja, keberanian, kepedulian sosial.
  3. Konferensi dan Sidang Akademi.
  4. Meditasi sekali seminggu, Perayaan Ekaristi khusus bagi Kelas Rhetorica sekali seminggu (pada Malam harinya ada completorium dan pungta khusus).
  5. Pengolahan hidup dan panggilan.
  6. Bibingan rohani yang intensif.
  7. Evaluasi perkembangan dan kemajuan siswa setiap semester.
  8. Ada pamong sendiri.
  9. Latihan mengajar Sekolah Minggu di paroki-paroki di Kodya Palembang.

 

Pengunjung Web
Info User
IP User : 3.231.167.166
Waktu : 08 : 32 : 37
Tanggal : 26 September 2020
Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)