Tentang Sekolah

Syntaxis

Pembinaan bagi para seminaris yang berada dalam kelas Syntaxis (dua SMA), berfokus pada usaha membimbing seminaris agar mampu mengenal dan menemukan secara benar diri dan panggilan hidupnya. Maka pembinaan seminaris perlu memperhatikan hal-hal berikut: 

  1. Seminaris dibimbing merefleksikan diri: identitas diri, makna persahabatan dengan diri sendiri, sesama, lawan jenis dan Tuhan.
  2. Seminaris dibantu untuk membangun sikap percaya diri dan tidak merasa bersalah karena adanya gejala-gejala emosional dan psikologis yang muncul pada fase perkembangannya.
  3. Seminaris dibantu menempatkan gejala-gejala yang muncul pada fase perkembangannya dalam kerangka hubungannya dengan Tuhan.
  4. Seminaris dibantu untuk semakin memahami dan menghayati panggilan hidupnya.
  5. Menciptakan dan menghidupkan kemungkinan agar siswa dapat mengekspresikan diri lewat kegiatan ekstrakurikuler.

Seminaris dibantu untuk jujur dan serius dalam panggilan: diandaikan hidup dua tahun di seminari, seminaris mengenali panggilannya, sehingga di akhir kelas Syntaxis ia mampu memutuskan: hendak menjadi imam atau tidak. Jika ia memutuskan untuk melanjutkan ke kelas Poecis, berarti ia juga masuk ke kelas Rethorica. Artinya, ia sungguh serius dengan cita-cita itu.

 

Pengunjung Web
Info User
IP User : 18.204.229.70
Waktu : 08 : 14 : 29
Tanggal : 06 August 2020
Browser : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)